gt; sMorZa

Lagu - lagu SMA Matauli

.

POK AME AME

pok ame ame.. belalang kupu kupu..
siang makan nasi kalo malam minum susu..
susu lemak manis.. rasanya sama saja..
susu cap bendera paling enak di asrama..
tanjung perak tepi lauuut
siapa suka boleh ikuuut
lari lari tiap pagi,
jalan jongkok setengah mati,
yang gendoooot jadi kurus lagi..
mau marah, silahkan,
mau diam, silahkan,
asal jangan kau cabut pesiarku (oh yeaaah)
aku sabar, menunggu,
sampai hilang, jerawatmu,
malam minggu kutunggu di asrama (MATAULI)
dirimu tau, aku sayang padamu
dirimu tau, aku cinta padamu
renungkan dalam hati, saat ujian nanti,
marilah kita rebut prestasi…

SHE WAS

she was so good and so kind to me..
like all the rest of the family..
I’ll never forget matauli, she was, she was, she was…

BIG HUG

i love u..
u love me..
we are a happy family..
with a great big hug..and a kiss from me to you..

MARS MATAULI

bangun jiwa bangun raganya..
kami remaja putra dan putri..
kebanggaan tapian nauli
kebanggaan bangsa indonesia…
berbekal hati teguh tegar…
matauli SMA tenar…
tempat kami rebut ragam ilmu
tempat kami bersenda gurau..
walau hujan badai panas pun terik
ku tempuh dengan kepala tegak..
maju dengan tekad menang..
sorak sorai hati senang…

HYMNE MATAULI

di barat samudra hindia
di timur bukit barisan…
disini matauli SMA kota pandan sibolga permai…
tempat persemaian ilmu bagi putra remaja bangsa…
kami ditempah jiwa dan raga
tunas pejuang masa depan…
terimakasih para pembina, guru dan insan yang berperan…
kami bersyukur pada Mu..
Tuhan Yang Maha Esa…

LARI LARI SIANG

lari lari
tiap tiap siang
agar kuat otot kaki
badan saya tak mengapa
karna kita anak asrama

»»  READMORE... »»

Akbar Tanjung Berharap Alumni SMAN I Matauli Jadi Pemimpin Bangsa yang Berkualitas

.
Sebanyak 311 siswa/i SMAN I Matauli Pandan angkatan XV tahun ajaran 2008-2009 secara resmi dilantik pembina yayasan Matauli DR Ir H Akbar Tanjung ditandai dengan penyematan baret dan tanda kepangkatan siswa/i tersebut di lapangan kampus SMAN I Matauli Jalan KH Dewantara Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah, Rabu (20/8).
Pelantikan turut dihadiri Bupati Tapteng Drs Tuani Lumbantobing MSi, Wakil Bupati Tapteng Ir H MA Effendi Pohan MSi, Ketua DPRD Tapteng H Maratua Siregar, Wakil Walikota Sibolga, sejumlah anggota DPRD Sumut, unsur Muspida Kabupaten Tapteng/Sibolga, para orangtua siswa/i, sekaligus para undangan lainnya.
Akbar Tanjung dalam sambutannya mengatakan, dari 800 orang pendaftar siswa/i SMAN I Matauli, namun hanya 311 siswa/i yang dinyatakan lulus.
“Ini merupakan suatu rasa syukur dan bangga bagi siswa/i yang lulus. Untuk itu, diharapkan rasa bangga dan syukur tersebut, dapat menjadi modal awal untuk menggapai prestasi sehingga menjadi putra-putri bangsa yang berkualitas dan berdedikasi tinggi,” ungkap Akbar Tanjung.
Membangun bangsa Indonesia saat ini, lanjut mantan Ketua DPR RI itu, perlu melibatkan peran generasi muda baik pelajar maupun lainnya. Peran itu, melalui torehan prestasi di segala bidang. Terlebih, bagi siswa/i maupun alumnus SMAN I Matauli Pandan, diharapkan dapat mempertahankan dan meningkatkan prestasi yang telah diraih, demi mengharumkan nama almamater dan Kabupaten Tapteng khususnya.
“Sehingga, pada gilirannya nanti para siswa/i SMAN I Matauli baik yang sedang menjalankan studinya maupun alumni mampu bersaing serta dapat menjadi pemimpin-pemimpin Negara Indonesia di masa mendatang,” harap Akbar Tanjung mewakili Jenderal TNI (Purn) Faisal Tanjung yang juga pembina Yayasan Matauli tersebut.
Kepala sekolah SMAN I Matauli Pandan Drs Sumartono melaporkan, calon siswa/i kelas X angkatan XV tahun ajaran 2008-2009 ini terdaftar berjumlah 800 orang, namun yang dinyatakan lulus dan telah mendaftar ulang sebanyak 311 siswa/i, terdiri dari 8 siswa/i unggulan A, 25 siswa/i unggulan B dan 278 siswa/i unggulan C.
Dikatakan, siswa/i kelas XII tahun ajaran 2007-2008 lalu telah mengikuti ujian nasional (UN) dan telah dinyatakan lulus 100 persen dengan perolehan nilai rata-rata nasional, pada program IPA 8,50 dan program IPS 8,19 dari enam pelajaran yang diujikan.
»»  READMORE... »»

Kisah duka casis Matauli

.

Sungguh malang nasib Hilman Siregar (15) dan Alvin Siregar (15) pelajar MTsN Model (Madrasah Tsanawiyah) Kota Padang Sidimpuan ini. Cita - citanya untuk melanjutkan pendidikan ke SMAN Plus Matauli Pandan, akhirnya pupus.


Kedua pelajar itu tewas tenggelam terseret arus ombak di Pantai Muara Lubuk Tukko, Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Senin (1/6) kemarin.


Kepergian korban menyisakan duka sangat mendalam bagi keempat temannya, Sukri, Taufik, Fatul Aziz, dan Hafis Hutasuhut yang saat itu bersama mandi di Pantai Muara Lubuk Tukko.


Menurut penuturuan Sukri kepada Global, Selasa (2/6), bahwa Hilman Siregar tercatat sebagai siswa unggulan di MTsN Model kota Padang Sidimpuan, sedangkan Alvin siswa reguler.


Sebelumnya mereka berangkat dari Kota Padangsidimpuan menuju Pandan tepatnya hari, Sabtu (30/5) lalu, untuk mengikuti tes masuk di SMA Plus Matauli. Setibanya di Pandan, mereka pun menyempatkan diri pergi ke pantai Muara Lubuk Tukko untuk melihat keindahan pantai, dan malam harinya mereka menginap di rumah Pak Edi tepatnya di Lubuk Tukko, Kecamatan Pandan, Tapteng.


"Sebelum tidur, kami cerita - cerita tentang ujian hari Senin. Saat itu almarhum Hilman sedang merapikan pakaiannya dan menunjukkan batik warna biru kepada kami, seraya berkata, batik tersebut akan saya pakai untuk Sholat Jumat nanti. Sedangkan Alvin asyik bermain gitar. Kami tak meyangka bahwa pertemuan malam itu merupakan tanda - tanda perpisahan untuk selama - lamanya," kenang Sukri.

Tuntut Tanggung Jawab


Kepergian Hilman Siregar juga membuat orangtuanya, Syauti Siregar merasa sangat terpukul, sebab dia tak menduga kepergian anaknya mengikuti ujian ke SMA Plus Matauli, Tapteng menjadi perpisahan untuk selama - lamanya.


Bahkan Syauti Siregar pun meminta pertanggungjawaban dari guru MTsN Kota Padang Sidempuan bermarga Rambe, karena dinilai guru tersebut yang bertanggungjawab dalam peristiwa itu.


Saat itu juga, lanjut Syauti, anaknya meminta uang sebesar Rp700 ribu untuk biaya pendaftaran, biaya formulir dan biaya makan yang harus dilunasi saat itu juga.


Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah SMAN Plus Matauli Pandan, Murdiono saat dikonfirmasi melalui selulernya, Selasa (2/6) mengatakan, bahwa SMAN Plus Matauli Pandan tidak ada membuat suatu peraturan yang menyatakan harus secara berkelompok untuk mendaftar.


Namun demikian, itu internal sekolah masing - masing, termasuk dengan uang yang dipungut sebesar Rp700ribu, juga tidak ada acuan sekolah Matauli. "Ketentuan dari kita selaku pihak penyelenggara ujian, diwajibkan hanya membayar uang formulir sebesar Rp200ribu dan mengenai adanya pungutan sebesar Rp700ribu, itu kembali kepada internal sekolah masing - masing," tegas Murdianto.

»»  READMORE... »»

Moving class di Matauli

.
Pada Awal semester I tahun ajaran 2009 / 2010, SMAN 1 Matauli resmi menggunakan sistem moving class, sehingga siswa lebih aktif untuk mencari kelasnya masing - masing.

Ruang - ruang kelas terdahulu, digunakan sebagai ruang tiap guru mata pelajaran.
Di setiap ruang, misalnya ruang fisika, ruangnya identik dengan mata pelajaran fisika, sehingga setiap ruang memiliki ciri khas masing - masing untuk setiap mata pelajatannya.
Diharapkan sistem moving class ini dapat membuat siswa tidak terus bosan dengan kelas - kelas yang itu aja. Karena para siswa akan selalu berganti kelas.

Untuk menghadapi sistem moving class ini sekolah akan segera menyediakan LCD/proyektor untuk kelas - kelas yang belum ada.
Hal tersebut disampaikan oleh Kepala sekolah pada upacara hari Jum'at 17 Juli 2009.
Sistem moving class ini berjalan efektif mulai tanggal 21 Juli 2009.
»»  READMORE... »»

kisah waktu di matauli

.
cerita daRi kisaran Tentang Matauli . . . .


I come from Kisaran, a little town located in Asahan. My town is not popular, because it's just a town with low level of advanced per year. Everything feel less there, so I tried to find the better school out of my town.
My parents told me to try Matauli, because my sister have been in Matauli as 13th generation. Then, I followed the test. Unfortunately, I passed the test! I got C level. But it's really a honour for me to be.
Being Matauli student is really beyond of my mind.. I never knew how is the conditions there. Everything that I found was unmatch with me. The weather specially. The other thing except the weather is the habitual, daily habitual that had to always strict like militarian.
The orientation was so... terrify!

MOS yang sangat berkesan sakitnya sampai sekarang.. hehe.. Mengenal dan menghayati serta menerapkan arti kata korsa pada angkatan sendiri itu ga' mudah! Salah satu, kena hukum semua.. Kalo dipikir-pikir sih, untuk apa ya, capek-capek di hukum rame-rame?
Ternyata korsa itu asik banget.. Korsa selain jadi kamus anak Matauli, juga jadi ciri khas anak Matauli! Jadi, g da tuh yang g knal 1 angkatan.. Udah gtu, yang kelas X wajib kenal setiap kakak kelas.. Karena kalo misalnya g bsa ng-bdain yang mana kakak kelas XI ma XII.. Siap-siap kena hukum! Hehe..

MOS berakhir.. Pelantikan menanti. Di lantik Pak Akbar Tandjung tu emang suatu kebanggaan yang tak terbayar. Tapi, harus dibayar dengan berjuang lagi latihan baris berbaris di bawah panas matahari bareng ma bapak-bapak TNI AD, AL, atau AU.. Rasanya tiap hari tu tinggal nunggu kabar siapa yang bakal ngelatih. Ckck..
Latihan hampir sebulan, hasilnya memuaskan! Barisan rapi banget.. Semua calon siswa yang bakal dilantik jadi siswa mukanya pada terbakar semua, tegang, gagah! Seragam pesiar kebanggaan yang masih baru, jadi panas banget waktu pelantikan karena baru dipakai pertama kali + sepatu PDH yang militer banget.. Jadi bwt makin gagah!

Perjuangan g berakhir disitu ja.. Masih ada 1 tahun harus bersosialisasi ma senior yang tipenya beda-beda. Pengukuhan ekskul yang gokil abis.. semesteran yang ngejar-ngejar guru bwt nglengkapin nlai.. Rasa kangen ortu yang bwt g berdaya.. hehe.. Ajib-ajib bgt di Matauli!

Prestasi pun di ukir perlahan.. Alhamdulillah aku ikut tim olimpiade ekonomi Matauli sejak kelas X. Aku juga pernah jadi juara harapan I lomba karya tulis mengenai pahlawan nasional DR. FL Tobing yang diadakan DisParBud Tapteng.. Waktu pengukuhan ekskul, aku pidato English di lapangan apel.. Pengalaman yang unforgettable!^^

Perlahan, kelas XI pun ku jalani.. Waktu pelantikan angkatan XVI, aku diberi kesempatan menjadi pembawa baret sebagai tanda pelantikan siswa angkatan XVI mendampingi Pak AKbar bareng 3 temen lainnya. Terpilih ikut tim olimpiade ekonomi lagi.. Jadi koordinator sekbid komunikasi dalam bahasa Inggris di OSIS masa bakti 2009-2010.. Dan yang paling penting jadi murid IPS! Bangga banget ma IPS...

Tantangan demi tantangan masih akan ku lalui 1 tahun lagi di Matauli.. Perjuangan 1 tahun yang sangat berkesan bagiku telah ku jalani. Saat ini, aku akan mengukir prestasi lagi di Matauli. Keadaan yang jauh dari orang tua di umur yang masih tergolong 'anak-anak' ini membuatku harus lebih tegar, dewasa, dan bijaksana dalam bertindak untuk menentukan jalan hidup. Menjadi siswa Matauli tak akan pernah ku sesali.

Thanx bwt Bu Erin Sulastri, guru TIK XI IPS I Matauli yang udh ngajarin bwt blog... Hehe.. ^^
Guru-guru Matauli yang menerapkan prinsip 'siswa proaktif' tu bener-bener bakal menciptakan generasi tangguh di dunia kuliah, bahkan sampai kerja! Udah terbukti tuh, banyak alumni sukses, yang go international juga banyak.. Keep fighting in struggling to survive in Matauli!
»»  READMORE... »»

Site Info

Katanya Temen Nih

TuKar LiNK

 
This Blog is proudly powered by Blogger.com | Template by LaMcold